about
Heritage in the Making looked at how tourism shapes identity, heritage, ecology, work and everyday life in Bali — putting local knowledge first, and exploring more caring, two-way alternatives to tourism that takes without giving back. The programme involved workshops, field visits, conversations, collaborative making and a three-day public conference on how tourism shapes ideas of national identity and belonging. It moved between group discussions, on-the-ground visits and creative research, bringing different disciplines and experiences into conversation with one another.
The research contributes to a developing publication and to Arrival Studies’ wider investigation of tourism’s effects and possible alternatives.
tentang
Heritage in the Making mengkaji bagaimana pariwisata membentuk identitas, warisan budaya, ekologi, pekerjaan, dan kehidupan sehari-hari di Bali — dengan mengutamakan pengetahuan lokal, serta menjajaki alternatif pariwisata yang lebih peduli dan saling menguntungkan, bukan yang hanya mengambil tanpa memberi kembali. Program ini melibatkan lokakarya, kunjungan lapangan, perbincangan, karya kolaboratif, dan sebuah konferensi publik tiga hari yang mengkaji bagaimana pariwisata membentuk gagasan tentang identitas nasional dan rasa memiliki. Kegiatan ini bergerak di antara diskusi kelompok, kunjungan langsung ke lapangan, dan riset kreatif, mempertemukan berbagai disiplin ilmu dan pengalaman dalam satu percakapan.
Riset ini menjadi bagian dari sebuah publikasi yang sedang dikembangkan, serta bagian dari kajian Arrival Studies yang lebih luas mengenai dampak pariwisata dan kemungkinan alternatifnya.
partners and support
Developed through the Rethinking Tourism Network with PRAKSIS, KORO, Samong Haven and Warmadewa University. Supported by Nordic Culture Point’s Globus Forward programme.
mitra dan dukungan
Dikembangkan melalui Rethinking Tourism Network bersama PRAKSIS, KORO, Samong Haven, dan Universitas Warmadewa. Didukung oleh program Globus Forward dari Nordic Culture Point.